Merupakan fakta yang tidak menyenangkan bahwa kesuburan berbanding lurus dengan usia. Semakin tua Anda, semakin rendah peluang untuk hamil. Banyak pasangan lambat mengetahui fakta ini. Ketika mereka memutuskan mencari bantuan, hanya pengobatan lebih lanjutlah yang menjadi satu-satunya pilihan.


Penurunan potensi kesuburan, kebanyakan terjadi di usia 35 tahun. Penurunan tersebut berkaitan langsung dengan jumlah sel telur sehat dalam rahim wanita yang ikut menurun seiring bertambahnya usia.


Seorang perempun terlahir dengan sel telur yang keseluruhannya mencapi 400.000 sel. Selama masa reproduksinya, hanya ada satu sel telur yang siap dibuahi tiap bulannya. Seiring berjalannya waktu, pasokan sel telur menurun dan sel telur yang tersisa menjadi tidak aktif. Kualitas sel telur yang rendah memungkinkan kualitas embrio yang rendah. Hal ini berpengaruh pada kesempatan wanita untuk hamil dan melahirkan nantinya. 


Pengecualian

Anda pasti pernah mendengar kisah seorang wanita karir yang menunda menjadi seorang ibu hingga usianya mencapai 40 tahun dan kemudian memiliki bayi kembar secara alami. Seorang wanita bisa saja berusia 43 tahun dengan kualitas sel telur yang baik dan tetap subur. Dia juga mungkin saja berusia 25 tahun namun dengan kualitas sel telur yang rendah dan tidak subur. Dua contoh tadi adalah kondisi yang sangat jarang terjadi.


Poin utamanya adalah kuantitas dan kualitas sel telur cenderung menurun secara signifikan pada usia 35-40 tahun. Melewati usia 40 tahun, kuantitas dan kualitas sel telur menurun secara tajam. Dengan mengetahui hal ini, kuantitas dan kualitas sel telur seorang wanita bisa saja sama dengan rata-rata wanita di usianya, lebih bagus, atau lebih buruk dari kebanyakan wanita di usianya.


Bagi wanita sehat berusia 30-an, peluang untuk hamil bisa mencapai 20 persen di setiap bulannya. Kemungkinan tersebut berkurang hingga 5 persen di usia 40 tahun.


Faktor lain terkait usia yang mempengaruhi wanita cukup usia :

1. Siklus ovulasi yang tidak teratur dan perubahan kualitas rahim serta jumlah hormon yang berubah-ubah.

2. Penyakit menahun seperti endometriosis dan fibroid rahim dapat mempengaruhi sistem reproduksi.

3. Resiko besar karena keguguran (aborsi spontan) dan gen bawaan yang abnormal.


Jika Anda sudah mencoba hamil dalam waktu 6 bulan dan berusia di atas 35 tahun, jangan menunda lagi untuk mencari bantuan medis. Cari tahu tentang rupa-rupa kondisi medis yang mempengaruhi kesuburan.


Pengaruh Usia Bagi Pria

Usia tidak memiliki pengaruh besar bagi kesuburan pria. Ini karena perempuan terlahir dengan keseluruhan jumlah sel telur. Sedangkan pria secara terus menerus diproduksi setelah masa pubertas. Walaupun begitu, semakin tua seorang pria, maka kualitas sel spermanya juga menurun terutama dalam hal motilitas dan bentuk. Bagi beberapa pria, pertambahan usia berkaitan dengan penurunan jumlah testoteron, berkurangnya ketertarikan akan seks, dan berkurangnya aktivitas bersetubuh.


Kabar baiknya adalah..

Apapun penyebabnya, berkutat pada isu kesuburan tidak pernah mudah. Tapi kemajuan ilmu pengetahuan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir telah membantu jutaan pria dan wanita untuk mengatasi masalahnya. Jika Anda atau pasangan Anda peduli, ada baiknya bertindak sesegera mungkin, jangan menunda. Berdasarkan penyebabnya, ada banyak prosedur yang relatif sederhana yang bisa Anda pilih. Namun, sebelum melakukan pertemuan dengan dokter, diskusikan terlebih dahulu rencana pengobatan kesuburan apa yang akan Anda pilih dan setujui bersama. Jika Anda benar-benar peduli, langkah pertama yang tepat untuk dilakukan adalah berdiskusi dengan dokter. Anda juga disarankan bertemu dengan urologis atau ahli kesuburan seperti reproductive endocrinologist or anandrologist.