Sebelum mencari tahu kemungkinan penyebab kesulitan Anda untuk bisa hamil, ada baiknya Anda mengetahui sejumlah fakta atas organ tubuh yang terlibat dalam proses reproduksi. 


Vagina: Sperma bisa masuk lewat sini untuk mencapai sel telur. Vagina juga menjadi saluran dari proses menstruasi dan sekresi dimana sperma dihalangi untuk bisa membuahi sel telur.

Cerviks: Dikenal dengan leher rahim. Bertempat di bagian bawah, bagian kecil dari rahim ini bergabung dengan ujung atas Vagina

Uterus: Berbentuk seperti buah pir dan biasa dikenal dengan nama Rahim. Lapisan dalam uterus disebut endometrium. Sebuah telur yang telah dibuahi akan menanamkan dirinya ke dalam lapisan endometrium dan akan terus berkembang dalam rahim selama kehamilan.

Ovarium: Organ yang berukuran sebesar biji Almond dan terletak di kedua sisi rahim ini bertugas memproduksi dan melepaskan sel telur yang sudah matang. Sel telur berkembang di folikel - kantung penuh cairan dalam ovarium. Setiap bulannya, satu sel telur matang dan bergerak ke tuba fallopi. Ovarium juga melepaskan hormon estrogen dan progesteron, yang sangat penting untuk reproduksi.

Tuba Falopi: saluran tabung sepanjang dua sepuluh sentimetervyang terhubung dengan rahim. Selama ovulasi, telur yang matang dari ovarium melewati saluran ini dimana pembuahan bisa terjadi.


Seringkali, pasangan menyerah duluan untuk memiliki anak sebelum menyediakan banyak waktu untuk mengusahakan terapi kesuburan. Tekanan psikologis dalam menyelesaikan masalah kesuburan bisa bertambah besar. Atur hidup Anda agar lebih seimbang dan jagalah agar tidak stress dalam bulan-bulan mendatang.


Ingatlah hal-hal mendasar

Selama siklus reproduksi normal yaitu 28 hari, tubuh wanita melepaskan satu sel telur matang dari salah satu ovarium. Sel telur itu bergerak melalui salah satu tuba falopi itu dimana sel Sperma bisa langsung membuahi. Jika sel Sperma berhasil mencapai dan menembus sel telur, kehidupan baru dimulai. Ketika pembelahan sel pertama terjadi, embrio bergerak ke rahim, tempat dia melekatkan diri dan mulai berkembang menjadi janin. Jika pembuahan tidak terjadi atau terjadi kegagalan penanaman embrio di rahim , siklus menstruasi kembali berlangsung. 


Siapkan diri Anda untuk menjalani berbagai terapi kesuburan. Kehamilan merupakan hasil akhir dari kombinasi kompleks antara faktor dan kesempatan. Walaupun dokter bisa mengidentifikasi penyebab kesulitan Anda untuk hamil, faktor keberuntungan masih tetap dibutuhkan. Banyak pasangan menjalani berbagai terapi untuk bisa hamil. 


Anda tidak sendiri

Ketidaksuburan bukan salah siapa-siapa. Itu merupakan kondisi medis yang diderita oleh hampir satu dari sepuluh pasangan yang ingin memiliki anak. Berikut adalah masalah umum yang memperlambat kehamilan:


Kelainan ovulasi

Siklus normal ovulasi sangat kompleks sehingga perubahan sekecil apapun bisa merusak siklus dan menghambat ovulai. Dalam banyak kasus, penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon dimana tubuh tidak memproduksi hormon tertentu untuk jumlah yang mencukupi atau gagal untuk melepaskan hormon tersebut pada waktunya. Ovulasi juga bisa gagal karena perubahan signifikan pada berat badan baik pengurangan maupun kenaikan. 


Kelainan Tuba Falopi

Kerusakan pada bagian ini bisa menghambat kerja sperma dan pergerakan sel telur. Penyebabnya antara lain :

1. radang

2. kehamilan di luar rahim pad asaluran tuba falopi

3. jaringan parut akibat operasi

4. pertumbuhan sel-sel dinding rahim di luar rahim secara spontan, yang dikenal sebagai endometriosis.

5. endometriosis


Endrometriosis terjadi ketika sel telur yang normalnya bergerak di dinding rahim, tiba-tiba tumbuh di luar rahim, misalnya di tuba falopim ovarium, atau bahkan di kandung kemih atau usus yang merugikan organ-organ tersebut. Penyebabnya tidak diketahui. 


Perubahan rahim atau leher rahim

Sel sperma bisa gagal mencapai sel telur jika terdapat trauma akibat operasi, penyumbatan atau peradangan yang mengurangi akses untuk mencapai leher rahim. Sebuah Miom atau fibroid (tumor jinak di dalam rahim), dapat menjadi penyebab terus-menerus atas masalah kesuburan atau keguguran.


Malformasi reproduksi

Dalam kasus yang sangat langka, kesulitan kehamilan disebabkan oleh sistem reproduksi menyimpang bawaan yang dapat mempengaruhi ukuran dan posisi rahim, leher rahim, vagina atau kombinasi di antaranya. 


Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Beberapa kista terbentuk di ovarium. Dalam kebanyakan kasus, kelainan ini berkaitan dengan level tinggi hormon laki-laki dan gangguan ovulasi.


Kelainan sistem imun

Di beberapa kasus yang sangat langka, sistem imun yang terganggu malah memperlakukan sel telur atau sperma sebagai benda asing dan menyerangnya sebagai penyusup. 


Kesuksesan dari teknologi bayi tabung cukup tinggi. Penelitian di Denmark sejak tahun 2009 menemukan bahwa dalam waktu 5 tahun mencoba terapi bayi tabung, hampir 70 persen pasangan sukses memiliki minimal 1 anak. Penting juga untuk mengingat bahwa angka kesuksesan terapi ini tidak absolut. Hasilnya tetap bergantung pada masing-masing pasangan dan klinik.


Sistem reproduksi pria: anatomi, fungsi

dan masalah pembuahan


Anatomi kesuburan

Penis: Dalam rangsangan seksual, Penis

berereksi seperti jaringan spons karena terisi oleh darah. Ketika

berejakulasi, Penis memberikan cairan mani yang mengandung sel sperma

ke dalam vagina.


Testis: Testis atau gonad terletak di

dalam kantong di kulit belakang Penis yang disebut skrotum. Mereka

menghasilkan sperma dan melepaskan hormon seks pria yaitu

testosteron. Sekitar dua bulan sebelum lahir, Testis turun melalui

dinding perut ke dalam skrotum.


Skrotum: Kantung kulit di bawah Penis

yang melindungi Testis. Untuk memproduksi dan menjaga sperma, suhu

dalam Testis berkisar 1 derajat selsius lebih dingin daripada suhu

badan normal manusia.


Epididimis: Sebuah tabung yang terletak

di atas dan melingkari Testis. Sperma disimpan disini sampai 2 minggu

sebelum akhirnya matang dan siap bergerak untuk melakukan pembuahan.


Vas defenrens: Sebuah tabung panjang

lengkung yang menjadi bagian dari sistem transportasi sperma. Di tempat ini sel sperma disimpan sampai tiba saatnya berejakulasi.


Vesikula seminalis: Dua kantung yang terletak di belakang kandung kemih yang memproduksi bagian dari cairan sperma yang berfungsi mengangkut dan memberi nutris pada sperma.


Kelenjar prostat: Sebuah kelenjar seukuran kacang yang terletak di bawah kandung kemih. Dia memproduksi 60 persen air mani yang berguna untuk mengangkut sperma. Cairan tersebut membantu menetralisir tingkat keasaman di saluran kemih pria dan vagina yang apabila terlalu tinggi dapat membunuh sperma.


Seringkali, pasangan menyerah duluan untuk memiliki anak sebelum menyediakan banyak waktu untuk mengusahakan terapi kesuburan. Tekanan psikologis dalam menyelesaikan masalah kesuburan bisa bertambah besar. Atur hidup Anda agar lebih seimbang dan jagalah agar tidak stress dalam bulan-bulan mendatang.


Hal dasar yang harus diingat

Jutaan sperma dikembangan tiap hari di testis khususnya di sebuah saluran kecil bernama seminiferous tubules. Setelah sperma diproduksi, mereka bergerak dari testis ke epididimis, organ yang menyimpan dan memberi nutrisi bagi sperma yang sudah matang. Proses pematangan sperma, mulai dari proses awal di seminiferous

tubules sampai bentuk matangnya di vas deferens, memakan waktu sepanjang 74 hari.


Selagi berhubungan seks, pria mengeluarkan air mani yang merupakan kombinasi sperma dari epididimis dan cairan dari vesikula seminalis dan kelenjar prostat. Sperma dapat hidup selama 48 sampai 72 jam di luar tugasnya untuk mencari dan membuahi sel telur.


Siapkan diri Anda untuk menjalani berbagai terapi kesuburan. Kehamilan merupakan hasil akhir dari kombinasi kompleks antara faktor dan kesempatan. Walaupun dokter bisa mengidentifikasi penyebab kesulitan Anda untuk hamil, faktor keberuntungan masih tetap dibutuhkan. Banyak pasangan menjalani berbagai terapi untuk bisa hamil. 


Anda tidak sendiri

Ketidaksuburan bukan salah siapa-siapa. Itu merupakan kondisi medis yang diderita oleh hampir satu dari sepuluh pasangan yang ingin memiliki anak. Ketidaksuburan pada pria merupakan diagnosa utama di hampir 25 persen kasus dan berkontribusi sebanyak 15-25 persen di kasus lainnya. Bagi pria, isu paling banyak dihadapi adalah soal produksi sperma dan kualitasnya.


Berikut adalah masalah mendasar tang dihadapi pria :

Gondok: Pembesaran gondok setelah pubertas bisa membahayakan produksi sel-sel sperma di testis. Di banyak kasus, hanya satu testis yang terkena. Beberapa pria menderita kemandul permanen.


Varikokel: ini merupakan kehadiran pembuluh darah yang membesar (varises) di sekitar testis. Hal ini terjadi karena darah tidak bersirkulasi dengan baik di testis. Pembengkakan jumlah darah akan meningkatkan suhu testis. Ini akan mengakibatkan kadar testosteron menjadi abnormal yang berakibat pada produksi sperma.


Testis tidak turun: Selama bayi laki-laki berkembang di rahim ibunya, buah zakarnya terbentuk di perut dan turun ke dalam skrotum beberapa saat sebelum lahir. Ketika hal ini tidak terjadi, bayi tersebut lahir dengan kondisi yang dinamakan kriptorkidmus. Biasanya buah zakar turun dengan sendirinya setelah 6 bulan sejak si bayi lahir. Jika tidak diobati, maka akan mempengaruhi kesuburan atau menyebabkan masalah medis lainnya.


Oligospermia: adalah kondisi dimana terlalu sedikit sperma yang diproduksi. Zoospermia merupakan kondisi hilangnya sperma.


Kanker testis: Kondisi ini sering menjadi hasil diagnosa ketika satu pasangan mengalami kesulitan mendapatkan anak. Sebuah tumor ganas yang berkembang di testis bisa menghancurkan jaringan testis. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka bisa menyebar ke organ tubuh yang lainnya.


Diabetes: penyakit ini diketahui dapat mempengaruhi kualitas sperma.


Operasi atau luka: trauma serius yang dialami testis dapat mempengaruhi produksi sperma dan dapat membuat mandul. Kerusakan yang disebabkan oleh olahraga atau karena kecelakaan dapat memecah pembuluh darah ke testis. Operasi untuk mengobati buah zakar yang tidak turun atau untuk memperbaiki hernia dapat merusak kemampuan memproduksi sperma.


Gangguan fisik: pada sejumlah kecil pria, cairan yang masuk ke vagina ketika berhubungan seks mungkin tidak mengandung sperma. Ini bisa dikarenakan oleh tertutupnya tau kerusakan funsgi epididimis yang mana mengahalangi sperma bergabung dengan cairan lain untuk membentuk air mani.


Terlalu panas: panas dapat memberikan efek merugikan pada produksi sperma. Terlalu banyak berendam di bak mandi panas dapat meningkatkan suhu testis dan mengganggu produksi sperma.


Terlalu stress, keletihan atau alkohol

Terlalu banyak bekerja, kegelisahan, dan terlalu banyak meminum minuman beralkohol bisa berdampak negatif pada libido. Sampai sekarang hampir semua kasus impotensi dianggap bersifat psikologis. Namun terapi oral bisa menawarkan keberhasilan yang lebih luas.


Kesuksesan dari teknologi bayi tabung cukup tinggi. Penelitian di Denmark sejak tahun 2009 menemukan bahwa dalam waktu 5 tahun mencoba terapi bayi tabung, hampir 70 persen pasangan sukses memiliki minimal 1 anak. Penting juga untuk mengingat bahwa angka kesuksesan terapi ini tidak absolut. Hasilnya tetap bergantung pada masing-masing pasangan dan klinik.