Pembuahan secara alami merupakan kombinasi kompleks dari berbagai faktor dan kesempatan. Ini dapat digambarkan dalam 5 langkah :

Langkah pertama

Pada setengah pertama di siklus menstruasi Anda, hormon akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan satu folikel sel telur. Dalam waktu yang bersamaan, hormon yang lain mendorong pertumbuhan dinding rahim sebagai proses untuk pembuahan sel telur.

Langkah kedua

Ketika sel telur matang, hormon menggerakkan dan mendorong sel telur untuk keluar. Waktu untuk berovulasi berhubungan dengan siklus menstruasi wanita. Pada masa rata-rata siklus 28 hari, ovulasi berlangsung pada hari ke-14 dan ke-16, sehari sebelum menstruasi hari pertama. Folikel sel telur meluruh, melepaskan sel telur yang matang, yang terus bergerak menuju saluran rahim. Apa yang tetap tinggal di dinding rahim adalah untuk menghasilkan hormon yang menyiapkan dinding rahim sebagai tempat untuk pembuahan.

Langkah ketiga

Selama masa perjalanan sel telur dari saluran rahim ke rahim, pembuahan mungkin saja terjadi. Sel sperma dapat hidup dalam tubuh manusia selama 48-72 jam. Tapi dari sekian banyak sel sperma yang masuk ke rahimm hanya satu yang dapat menembus lapiran pelindung sel telur dan membuahi sel telur. Selama pembuahan, gen dari masing-masing pasangan akan bersatu untuk membuat embrio.

Langkah keempat

Ketika pembelahan pertama sel terjadi, embrio terus bergerak menuju rahim. Sebelum dia menempel, embrio tadi keluar dari sel pelindung telur.

Langkah kelima

Enam hari setelah pembuahan, embrio menempelkan dirinya pada dinding rahim yang kaya akan nutrisi. Sebuah plasenta akan terbentuk sebagai saluran nutrisi dan oksigen antara ibu dan embrio. Hormon-hormon penting juga dilepaskan untuk mempertahankan kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi, atau dalam beberapa kasus, embrio tidak bisa menempel dan dinding rahim meluruh maka siklus menstruasi Anda kembali terjadi.

Kesulitan pembuahan juga bisa terjadi di pria seperti halnya di wanita. Ketidaksuburan pada pria merupakan diagnosa utama dalam kurang lebih 25 persen kasus dan berkontribusi pada 15-25 persen untuk kasus lainnya.


Peran Hormon

Tingkat keberhasilan kehamilan yang lebih tinggi bergantung pada keberhasilan interaksi dari hormon yang mengatur siklus reproduksi pada wanita dan sel sperma yang berkembang di tubuh pria. Beberapa hormon diproduksi di dua kelenjar di otak, hipotalamus dan pituitari. Hormon khusus wanita diproduksi di ovarium sedangkan hormon khusus pria diproduksi di testis.


Luteinizing hormone (LH)

Bagi wanita, hormon ini penting untuk memproduksi estrogen dan mendorong pelepasan sel telur dari ovarium.

Bagi pria, hormon ini mendorong produksi testoteron, hormon yang mendorong karakteristik seksual pria dan mematangkan sel sperma.


Follicle-stimulating hormone (FSH)

Bagi wanita, FSH penting untuk perkembangan folikel sel telur dan berkontribusi dalam produksi estrogen.

Bagi pria, hormon ini mendorong produksi sperma di testis.


Gonadotrophin-releasing hormone (GnRH)

Pelepasan FSH and LH di aliran darah, didorong hormon yang lain bernama gonadotrophin-releasing hormone (GnRH).


Progesteron

Hormon ini mempersiapkan dinding rahim wanita untuk penanaman sel telur yang sudah dibuahi.


Kesuburan berbanding lurus dengan usia.

Bagi wanita yang sehat, peluang untuk bisa hamil adalah 20 persen jika masih berusia 30 tahun. Kesempatan berkurang hingga 5 persen saat sudah berusia 40 tahun. Jika Anda telah mencoba selama 6 bulan dan Anda berusia 35 tahun atau lebih, jangan tunda untuk segera mencari nasihat dokter.


Memaksimalkan kesempatan Anda untuk hamil ...

memutuskan untuk mencari tahu tentang masalah kesuburan adalah komitmen masa depan Anda bersama pasangan. Masalah ini merupakan isu yang memakan waktu dan merupakan pembicaraan paling banyak di antara pasangan-pasangan yang lain.

Ada banyak alasan untuk tetap optimis. Terapi kesuburan modern sangat efektif untuk mayoritas pasangan suami istri. Ketika Anda mencoba untuk memiliki anak, tidak ada salahnya untuk mempelajari bagaimana untuk menjalaninya.